Imam Husain as dan Tragedi Karbala
didalam alkitab
Kata Husain
(dalam Ibrani: ChSN), penggunaan kata tesebut merujuk kepada suatu simbol seorang
Imam yang menanggung nama–nama umat di hadapan Tuhan. Dalam Yeremia 46:6,10
kurang diperhatikan yang isinya seolah-olah
mensyaratkan aplikasinya kepada Imam Husain as.
“Let not the
swift flee away, nor the mighty man escape; they shall stumble, and fall toward
the north by the river Euphrates…For this is the dag of the LORD GOD of hosts,
a day of vengeance, that he may avenge him of his adverseries: and the sword
shall devour, and shall be satiate and made drunk with their blood: for the
LORD GOD of hosts hath a sacrifice in the north country by the river
Euphrates.”
[“Orang yang
tangkas tidak dapat melarikan diri, pahlawan tidak dapat melupakan diri; di
utara, di tepi sungai Efratlah mereka tersandung dan rebah…Hari itu ialah hari
Tuhan ALLAH semesta alam, hari pembalasan untuk melakukan pembalasan kepada
para lawan-Nya. Pedang akan makan sampai kenyang, dan akan puas minum darah
mereka. Sebab Tuhan ALLAH semesta alam mengadakan korban penyembelihan di tanah
utara, dekat sungai Efrat.”]
Implikasinya
adalah sebuah janji bahwa Tuhan akan membalas serangan atas kekasih-Nya Husain
as dan para sahabatnya di Karbala, di sungai Eufrat.
Pesan-Pesan Penting
Al-Imam Ali ar-ridho as, Tatkala memberikan hadiah "Jubah" beliau kepada Di'bil (pelantun Syair beliau), beliau as berkata Di'bil, maukah kutambah bait-bait lain,.... agar syairmu tentang "derita Keluarga Rasul menjadi Sempurna ?
" Di'bil menjawab Tentu saja, Junjunganku. Semua yang Anda sukai, pasti juga aku sukai.
Syair Beliau as "Menangislah di atas sepetak pusara di Tanah Thus. Musibah yang menimpa akan tetap lestari dalam hati hingga Kiamat Sampai Allah membangkitkan Al Qoim, Yang akan melenyapkan beban duka dari Kami.
Di'bil bertanya ;" Diriku jadi tebusanmu, Junjunganku. PUSARA SIAPAKAH DI THUS ITU ? (Imam as mendekati Di'bil dengan nada yang halus dan pelan) ;
"ITU PUSARAKU". Selanjutnya Imam as beliau berpesan pada
Di'bail ; Segera pergi dari kota (Marw) ini. Tiap kali bertemu dengan para Pecinta Kami sampaikan salam kepada mereka dan ceritakan duka derita Kami.
Abdul Azim Hasani berkata: Dikatakanlah kepada Abu Jafar (Imam Jawad as).”Aku ragu, apakah berziarah ke makam Aba Abdulah Husain atau berziarah ke makam ayahanda di kota Thus.
Pendapat anda bagaimana wahai Abu Jafar? kemudian Imam Jawad berkata : Tetaplah pada pendirianmu.....(kemudian Imam Jawad masuk ke dalam rumahnya dan tiba-tiba keluar sebentar seraya airmata beliau berlinang diantara pipinya dan berkata:
”Sangatlah banyak sekali penziarah Aba Abdulah As dan penziarah Ayah ku (al Imam Ali Ridho as) sangatlah sedikit".